Mewujudkan Dialog Antaragama di Indonesia dalam Komunitas Basis Manusiawi

Authors

  • MAXIMINUS HALI ABIT Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Keywords:

Religion, dialogue, Indonesia, basic human human communities

Abstract

Religious diversity is one of the fundamental characteristics that shape the Indonesian national identity. This should be an opportunity to enrich the life of Indonesian society. However, the existence of religions often does not reflect the deepest essence of their raison d'être. This library research method study aims to map the challenges of interreligious relations in Indonesia and the opportunities for interreligious dialogue within the Basic Human Community (BHCs). The results show that the rise of religious fundamentalism, the process of mass impoverishment through globalization, religious formalism, and the politicization of religion and the religiousization of politics are some of the challenges in interreligious relations in Indonesia. In the face of these challenges, the Basic Human Community becomes a dialogical meeting ground for interreligious engagement in the pursuit of a more humane, just, and prosperous form of coexistence. Interreligious dialogue in the Basic Human Community is not merely a forum for the exchange of ideas detached from the concrete realities of society, but truly a praxis of collective liberation. Interreligious dialogue within these communities is not merely an arena for exchanging ideas detached from the concrete realities of society, but truly becomes a praxis of collective liberation.

References

Ahmad, N. (20112). Media Massa, Kepentingan Publik dan Kekerasan atas Nama Agama. Millah. Jurnal Studi Agama/ Vol. XI, No. 2.

As, K. (2012). Islam dalam Globalisasi: Tantangan Agama dalam Manajemen Keutuhan Umat. Millah, Jurnal Studi Agama/ Vol. XI, No. 2.

Banawiratma, J. B. (2002). Sepuluh Agenda Pembentukan Persekutuan Jemaat-Jemaat Kontekstual dan Berteologi Kontekstual. Jurnal Setia No. 1.

Banawiratma, J. B.. (2001). 10 Agenda Pastoral Transformatif Menuju Pemberdayaan Kaum Miskin dengan Perspektif Adil Gender, HAM, dan Lingkungan Hidup. Kanisius.

Bevans, S. B. (2010). Teologi dalam Perspektif Global, Sebuah Pengantar. Ledalero.

Bock, K. Y. (1997). Karya Misi dan Kesetiakawanan Kristus dengan Masyarakat. In G. Kirchberger & J. M. Pior (Eds.), Mengendus Jejak Allah, Jilid II, Dialog dengan Masyarakat Pinggiran: Nusa Indah.

Daven, M. (2013). Agama dan Politik-Hubungan yang Ambivalen, Dialog Versus ‘Benturan Peradaban. Jurnal Ledalero, Vol. 12 No. 2.

Fakih, M. (2008). Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Insist Press.

Hardawiryana, R. (1995). Dokumen Sidang-Sidang Federasi

Konferensi-Konferensi Para Uskup Se-Asia 1970-1991. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Hardjana, A. M. (1993). Penghayatan Agama, Yang Otentik dan Tidak Otentik. Kanisius.

Hasani,I. (2011). Dokumen Kebijakan Penghapusan Diskriminasi Agama/Keyakinan. Pustaka Masyarakat Setara.

Hendropuspito, D. (1984). Sosiologi Agama. Kanisius

Kleden, L. (2002). Missio Ad Gentes, Suatu Cara Bermisi Asia Dewasa ini. In S. B. Bevans & R. Schroeder (Eds.), Misi untuk Abad ke 21: Puslit Candraditya.

Kleden, P. B. (2013). Membongkar Berhala, Membangun Sikap BerAllah: Spiritualitas Terlibat dalam Konteks Pluralitas Agama, Sebuah Pengantar. In H. P. Panda. Agama-Agama dan Dialog Antar-Agama dalam Pandangan Kristen: Ledalero.

Kleden, P. B. (2003). Teologi Terlibat, Politik dan Budaya dalam Terang Teologi. Ledalero.

Knitter, P. F. (2008). Pengantar Teologi Agama-Agama. Kanisius.

Knitter, P. F. (2008). Satu Bumi Banyak Agama, Dialog Multi-Agama dan Tanggung Jawab Global. BPK Gunung Mulia.

Konferensi Waligereja Indonesia (2003). Keadilan Sosial Bagi Semua. Nota Pastoral KWI, 3-13.

Madung, O. G. (2014). Negara, Agama, dan Hak-Hak Asasi Manusia. Ledalero.

Magnis-Suseno, F. (2008). Etika Kebangsaan Etika Kemanusiaan, 79 Tahun Sesudah Sumpah Pemuda. Kanisius.

Magnis-Suseno, Franz. (2013). Mengelola Negara Secara Etis. In Zakaria J. Ngelow, dkk (Eds.). Teologi Politik, Panggilan Gereja di Bidang Politik Pasca Orde Baru: Oase INTIM.

Muntoha, (2012). Otoritas Negara dalam Pengaturan Kehidupan Beragama di Indonesia: Urgensi ataukah Intervensi. Millah Jurnal Studi Agama/ Vol. XI, No.2.

Murdock, G. Peter. (1965). Culture and Society. University of Pittsburgh Press.

Neetilal, J. (1997). Praktik Teologi Pembebasan di dalam Komunikasi Kelompok. In G. Kirchberger & J. M. Pior (Eds.), Mengendus Jejak Allah, Jilid II, Dialog dengan Masyarakat Pinggiran: Nusa Indah.

Pieris, A. (1992). Inter-Religious Dialogue and Theology of Religions: An Asian Paradigm. East Asian Pastoral Review/ Vol. 29, Number 4.

Pieris, A. (1996). Berteologi dalam Konteks Asia. Kanisius.

Prior, J. M. (1993). Bejana Tanah Nan Indah.Nusa Indah.

Prior, J. M. (2002). Misi untuk Abad Kedua Puluh Satu di Asia: Dua Sketsa, Tiga Kilas Balik dan Satu Teka-Teki. In S. B. Bevans & R. Schroeder (Eds.), Misi Untuk Abad Ke 21: Puslit Candraditya.

Puthanangady, P. (1995). Religious Education of the Non-Christians. East Asian Pastoral Review, Vol. 32, Number 3 / 4.

Salim, A. (2008). Perda Berbasis Agama dan Perlindungan Konstitusional Penegakan HAM. Jurnal Perempuan untuk Pencerahan dan Kesetaraan No. 60.

Sunarko, A. (2005). Bangkit dan Bergeraklah! Dokumentasi Hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia. Obor.

Sutrisnaatmaka. (1995). Catatan Pastoral Dialogal atas Tulisan: Wawasan Kebangsaan dan Hubungan Antarpemeluk Agama: Kajian Sosiologi Kelompok Islam. SAWI N0. 10.

Sutrisno, M. (1996). Agama Wajah Cerah dan Wajah Pecah. Obor.

Thilakaratne, A. (2000). Globalisasi: Perspektif Buddhisme Menyangkut Bidang Ekonomi. In G. Kirchberger & J. M. Prior (Eds.), Kirbat Baru Bagi Anggur Baru: Nusa Indah.

Williams, R. (2011). Kemajemukan Agama Dan Kesatuan Sosial. In P. B. Kleden & R. Mirsel (Eds.), Menerobos Batas Merobohkan Prasangka, Jilid I, Pendasaran dan Praksis Dialog: Penerbit Ledalero.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

ABIT, M. H. (2025). Mewujudkan Dialog Antaragama di Indonesia dalam Komunitas Basis Manusiawi. APOSTOLICUM: Jurnal Pendidikan Keagamaan Katolik Ledalero, 1(2), 25–47. Retrieved from https://journal.iftkledalero.ac.id/index.php/JAPOS/article/view/351